ANTARA TUGAS SEKOLAH DAN KEBUTUHAN HIDUP KISAH EKONOMI LEMAH MASA PANDEMI COVID-19.

BABABE, PKRI-CYBER. DUMAI, Kewajiban Antara Tugas Sekolah dan Kebutuhan Hidup pada kisah Ekonomi lemah masa Pandemi Covid-19,Realita.

Tadi Saya dan Sahabat ke warnet, mau Ngetik Rilis Berita di karenakan Habis Paket Data belinya pun jauh, terlihat ada Sebuah Warnet lalu karna berita akan dikirim untuk SegeraTerbit Free Line pada Minggu pagi(26/07/20)Saya langsung menayakan apakah ada Computer yang Kosong untuk di Rentalkan pengetikan untuk buat Berita–Red.

Pas Sambil ngetik Rilis Berita yang tak jauh dari meja operator di sisi kanan saya, mendengar Obrolan.

Ada anak laki-laki usia 12 tahun yang duduk di bangku sekolah SMP dengan membawa Beberapa lembar kertas buku tulis yang disobekan
Isinya hanya tulisan-tulisan pakai tinta Pulpen seperti draft tugas untuk sekolahnya antara Tugas Murid pada gurunya.

Dia tanya sama operator warnet, kalau ngetik draft ini dan ngeprint, berapa harganya.
Kata si operator, biayanya sekitar 24 rb.
Biaya ngetik dan biaya ngeprint.

Begitu tau biayanya 24 ribu… anak itu Terdiam… melongo.
Di tangannya aku liat, dia hanya memegang uang 5 ribuan.

Terlihat di wajahnya… antara bingung dan ngga tau harus bagaimana.
Di satu sisi, tugas dari sekolah harus dikerjakan, di satu sisi, ngga ada uang untuk ngeprint.

Anak itu pulang, dan janji akan kembali lagi. Tapi kertas tugasnya ditinggal.
Aku minta kertas-kertas tersebut, dan aku baca.
Ternyata tugas dari sekolahnya, membuat laporan kegiatan belajar di rumah selama pandemi berlagsung.

Aku baca hingga selesai draft tersebut.
Tata bahasanya bagus dan inti pokoknya juga tepat.
Dia sampaikan beberapa kendala selama belajar di rumah.
Hp hanya ada 1 milik ayahnya, sementara yg harus belajar menggunakan hp ada 3 orang. (Dia dan dua adiknya).
Kebayang kan…?

Aku bilang sama si operator, tolong diketikkin dan di print, nanti saya yang bayar.
Ngga lama kemudian, si anak tadi datang, dan bilang sama si operator, meminta kembali draft yang tadi.

Si operator bilang, bahwa tugasnya sedang diketik dan akan diprint.
Anak itu bilang, tapi saya ngga ada uangnya… Dan si operator bilang, udah ada yang bayarin.

(Aku tadi sudah bilang ke operatornya, bahwa anak tsb ngga usah tau… siapa yang bayar)

Di sini, aku bukan mau riya pamer bayarin, tapi… kebayang nggak… berapa banyak anak yang mengalami hal seperti ini?

Di saat orang tuanya kesulitan menutupi biaya hidup, ditambah lagi beban pulsa paket, beban ngetik tugas, ngeprint tugas…?

Kepada guru-guru… coba dipertimbangkan lagi.
Memberi tugas memang harus, tapi disituasi seperti sekarang ini… ?
Kasihan anak-anak tsb, mereka takut kalau tidak mengerjakan tugas, tapi untuk mengerjakan tugas itu butuh biaya yang tidak sedikit.

Semoga ALLah S.w.t segera mengangkat wabah Covid-19 ini sehingga mereka bisa kembali ke bangku sekolah, tanpa membebani orang tuanya dengan beban mengajar dan pengeluaran-pengeluaran ekstra…
. Coba Anda bayangkan tulisan ini dan Apakah Patut dan tidaknya”,
.ANTARA TUGAS SEKOLAH DAN KEBUTUHAN HIDUP KISAH ANAK SEKOLAH INDONESIA YANG TAK MAMPU SEGI EKONOMI LEMAH MASA PANDEMI COVID-19.”
Selamat Hari Anak Nasional
23 Juli 2020,Tutupnya.

(Dnst-EndyCastello/Tim-Red)

Totop ST

Pendiri MB PKRI CADSENA dan Owner PT MEDIA PKRI CYBER