You are here

Suami Korban Pelecehan Minta Doni Mekong Dijatuhi Hukuman Setimpal.

PKRI-CYBER, AGARA. KUTACANE – FR (37) suami korban Pelecehan Seksual dan Pencurian, asal Lawe Bulan, minta tersangka Doni Alias Mekong dijatuhi hukuman sebanding.

” Selaku Suami korban, saya mendukung pihak kejaksaan untuk menuntut korban percobaan pemerkosaan terhadap istri saya dengan ancaman sebanding,” Harap FR, saat memberi pernyataannya kepada Media Selasa (31/3).

Dikatakan, perbuatan keji yang dilakukan Doni alias Mekong, merupakan warga sekampung terhadap istrinya SS (19) sangat tidak manusiawi, betapa tidak saat peristiwa itu istri tengah hamil anak pertama mereka. Kejadian itu terjadi sekitar Pukul 04: 00 Wib dini hari pada Kamis (19/9) tahun lalu.

Kasus percobaan pemerkosaan dan pelecahan seksual dilapor inipun dilaporkan pihak keluarga ke Pihak Kepolisian pada 19 September pagi itu, dengan laporan polisi nomor : LP / B /274/IX/2019/ Aceh/Res Agara. Adapun terlapor diketahui Doni alias Mekong.

Namun belakangan diketahui, saat menjalani sidang pelaku mencoba melarikan diri, dengan berdalih sakit. Dan upaya itu digagalkan oleh pihak Jaksa dan warga.

” Kami selaku keluarga juga mengapreasiasi kesiapan Jaksa dalam menangkap tahanan yang mencoba kabur. Karena kami ingin melihat pelaku menerima hukumannya setelah apa dilakukan terhadap istri saya,” harap suami korban.

Bahkan selaku keluarga yang selalu mengikuti persidangan kasus ini, kami menilai tidak ada kejanggalan seperti halnya perlakuan dengan kekerasan dilakukan pihak Jaksa terhadap pelaku. Dan standar dilakukan jaksa dalam menangkap kembali pelaku sudah standar pelayanan, bagi mereka yang tidak koperatif dalam persidangan.

Sementara Kepala Kejaksaan Aceh Tenggara Fitrah SH, menjelaskan, DM merupakan terdakwa yang didakwa pasal 285 Jo pasal 53 KUHP atau Pasal 290 ayat 1, pasal 351 pasal 363 ayat 1 ke3 dan ke5 atau percobaan permerkosaan dan pencurian. Bahkan saat melakukan aksinya Terdakwa juga melakukan penganiayaan terhadap seorang wanita yang dalam kondisi tidak berdaya.

Adapun kronologis kejadian itu Terdakwa dengan modus berpura-pura muntah saat proses persidangan berlangsung pada kamis (26/3) lalu.

Lantas terdakwa dibawa oleh petugas pengawal tahanan Kejari ke luar ruang sidang pengadilan, namun dirinya memamfaatkan waktu itu untuk melarikan diri, keluar dari gedung Pengadilan.

Red-AF/Kamaluddin.

Totop ST
Pendiri MB PKRI CADSENA dan Owner PT MEDIA PKRI CYBER
http://pkri-cyber.info
Top