Mamak Andra dan Mamak Alter, ibu rumah tangga mengatakan kekesalannya, terhadap pihak PDAM Tirta Malem.

PKRI-CYBER, SUMUT. KARO, Sudah Dua Minggu Air di Sebagian Kota Kabanjahe Tidak Jalan, Upaya Pemerintah Kabupaten Karo dalam mencegah warganya agar terhindar dari  penyebaran virus corona (covid 19) seolah hanya retorika belaka yang digaung – gaungkan Pemkab Karo, kenyataannya berbanding terbalik dengan suplay air bersih saat ini di kota Kabanjahe,yang mana dalam 2 pekan terakhir air berhenti mengalir ke rumah-rumah warga.

Hal itu di alami sejumlah warga yang berada di Jl. Vetran. Gg Bakti dan Warga Gg Kalihara , Kelurahan Kampung Dalam Kec. Kaban jahe, Kab. Karo. Untuk mendapatkan air bersih dari pihak penyedia layanan air bersih keliling, warga terpaksa merogoh kocek Rp 10.000,-/drum berisi 100 liter.

Kelangkaan suplay air bersih di sekitar Kota Kabanjahe ini menambah polemik dan menambah rasa was – was dikalangan masyarakat, disamping isu covid -19 yang saat ini sangat mengkhawatirkan.

Warga Gg. Bakti, Kel. Kampung Dalam , Kec. Kabanjahe Mamak Andra dan Mamak Alter dua ibu rumah tangga yang djumpai awak media mengatakan kekesalannya, terhadap pihak PDAM Tirta Malem, karna tidak mampu memenuhi kebutuhan air bersih bagi rumah tangga di seputaran Kota Kabanjahe.

Mereka mengatakan,
Pemerintah Daerah menganjurkan warga agar selalu menjaga kebersihan lingkungan dan kebersihan badan terutama disarankan untuk rajin mencuci tangan agar terhidar dari penyebaran virus corona (covid 19), tapi terkait masalah air bersih saja Pemkab. Karo tidak bisa mengatasinya, di Gang kami ini sudah 2 minggu pasokan air bersih dari pihak pengelola PDAM Tirta Malem tidak mengalir,padahal air adalah hal vital bagi kehidupan,terutama untuk minum,masak, kaskus, dan kebutuhan lainnya, ungkap mereka kesal

Mereka menambahkan, “kalau masalah air bersih untuk kebutuhan warga saja pun gak bisa diatasi Pemkab Karo, konon lagi kalau dipercayakan untuk menangani kasus penyebaran virus corona , jangan – jangan hanya dijadikan ajang mencari sensasi dan pencitraan saja, apalagi menyangkut urusan  air bersih yang sangat mejadi kebutuhan dasar, seharusnya Pemkab sigap dan bisa segera menangani masalah kebutuhan air bersih ini,agar warga tidak lagi membeli air di bawah mata air,” ungkap Mak Andra lagi.

Terkait hal ini, awak media mencoba menanyakan permasalahan keluhan warga, kepada Jonara Tarigan yang menjabat sebagai  Direktur PDAM Tirta Malem, perihal kelangkaan air bersih di Wilayah Kabanjahe, ia mengakui bahwa, suplay air bersih di berbagai titik di Kota Kabanjahe langka, karna ada kerusakan jaringan pipa, saat ini karyawan / anggotanya sedang membenahi kebocoran pipa tersebut,” jelasnya melalui pesan singkat.

Padahal bila dilihat dari letak geografis Daerah Kabupaten Karo, Tanah Karo berada di dataran tinggi yang dikelilingi pegunungan yang diketahui juha memiliki banyak sumber mata air bersih, namun faktanya warga Kota Kabanjahe sekitarnya masih saja belum merdeka tentang kebutuhan air bersih tersebut,  entah sudah berapa besar dana dari Kementerian PUPR Pusat di gelontorkan untuk mengatasi masalah air bersih namun hingga kini masih menjadi persoalan yang terkesan sulit untuk terpecahkan.

Lia Hambali