Petugas Polres Karo di Bacok Bandar Narkoba.

PKRI-CYBER, SUMUT. KABANJAHE, Jeri Nando Ginting ( 36 ) warga Dusun Basam,Desa Barus Julu,Tanah Karo terkena tembakkan timah panas Satres Narkoba Polres Tanah Karo Pada Sabtu siang 15 Februari 2020.

Kapolres Karo AKBP Benny R Hutajulu,Sik, melalui Kasata Narkoba Polres Karo,AKP.Rasmaju Tarigan menjelaskan bahwa, pada hari Sabtu 15 Februari 2020 sekira pukul 14.30 Wib,Personil Satres Narkoba mengadakan penyelidikkan tentang adanya informasi dugaan adanya oknum pengedar narkotika di Dusun Basam,Desa Barus Julu Kec. Barus Jahe Kab Karo Sumatera Utara.
Setibanya dilokasi,petugas langsung menuju arah belakang rumah TSK Jeri Nando Ginting,dan melihat mobil milik TSK berada diseberang rumah Jeri.
Kemudian Personil Satres Narkoba membagi anggota menjadi dua TIM, satu tim yang berjumlah tiga orang bergerak kearah mobil,dan satu tim lagi yang berjumlag empat orang menuju rumah TSK.

Selanjutnya dua orang petugas mengamankan seorang laki – laki yang sedang mengaduk semen didepan rumah Jeri,yang diduga lelaki ini adalah salah seorang ” kaki ” ( membantu menjual sabu ) milik tsk lelaki ini diketahui bernama Dalton Sanjaya Sianturi.
Sementara itu melihat pintu depan rumah tsk terbuka Aiptu. Basmi Gintingpun masuk kedalam rumah,dan memperkenalkan diri sebagai petugas kepolisian, tak disangka ketika Aiptu Basmi Ginting melewati pintu belakang rumah, tiba-tiba Jeri keluar dari balik dinding,tempat persembunyiannya, langsung mengarahkan satu buah parang bergagang kayu dan membacok petugas polisi Basmi Ginting, tepat mengenai bagian punggung personil kami ujar Rasmaju.

Rasmaju menambahkan, beruntung petugas kami sigap, ketika diserang Aiptu Basmi Ginting langsung membalikan badan dan sempat melihat tsk mengayunkan parang kearahnya, melihat hal tersebut ia langsung menangkis serta menangkap tangan tsk hingga terjatuh, karna kesigapannyalah maka Basmi tidak terluka, hanya jaketnya saja yang robek, tambah Rasmaju lagi.

Namun demikian tsk tidak menyerah begitu saja,walaupun sudah terjatuh,tsk tetap berusaha mengayunkan parangnya kearah petugas kami, sehingga menyayat pundak sebelah kiri,karena adanya perlawanan lalu petugas kami mengeluarkan senjata api, karena takut tsk melarikan diri, takut buruannya kabur, lalu petugas memberikan tembakkan peringatan, namun tidak dihiraukan, pada saat itu tindakkan tegas harus dilakukan, petugas mengarahkan tembakkan kearah kaki tsk, namun tsk melonpat kearah jurang, hingga tembakkan petugas mengenai bagian punggung tsk terjerembab, lalu kami langsung mengangkat tsk kedalam mobil dan melarikannya ke RSU Kabanjahe, akan tetapi setibanya di Rumah Sakit tsk menghembuskan nafasnya yang terakhir, jelas Kasat pelontos ini kepada awak media.

Keterangan lebih lanjut, dari rumah tsk kami menemukan 1 buah dompet berisikan 24 paket sabu dengan berat 5.80 gram bruto,sedangkan diketika diperiksa dibadan tsk di rumah sakit,kita juga menemukan 1 paket sabu dalam kantong jaketnya sebelah kanan seberat 16.10 gram bruto.

Personil kita yang lain juga melakukan pemeriksaan dirumah Jeri, ketika digeledah didalam sebuah kamar tepatnya dibawah tilam, petugas menemukan 1 paket sabu didalam plastik klip bening dengan berat 0.99 gram bruto, dibawah tempat tidur didapati 1 buah timbangan elektrik warna putih,1 buah bong botol plastik,2 buah mancis tanpa tutup kepala, dan 1 buah pipet sebagai sekop, serta beberapa plastik ber-les merah dalam keadaan kosong, jumlah keseluruhan barang bukti 26 paket sabu dengan berat brutto 22.88 gram, serta sebilah parang bergagang kayu yang digunakan untuk menyerang petugas kami, itulah barang bukti yang telah kita amankan, kata Kasat Narkoba Polres Tanah Karo dalam penjelasannya kepada insan Pers.

Red-Habali