Marak Mantan Kades, Diduga Kuat Selewengkan Dana Desa di Konawe. Ditemukan laporan Palsu, Warga Beli Pompa secara Patungan.

Marak Mantan Kades, Diduga Kuat Selewengkan Dana Desa di Konawe. Ditemukan laporan Palsu, Warga Beli Pompa secara Patungan.

PKRI-CYBER, SULTARA.  Penggunaan dana desa adalah sebagai pelumas Roda pembangunan Ekonomi desa yang di maksud untuk meningkatkan pelayanan publik di desa mengentaskan kemiskinan dan memajukan perekonomian desa yang dapat mengatasi kesenjangan pembangunan dan meningkatkan porsi pemanfaatan dana desa untuk pemberdayaan masyarakat di desa, penyelewengan dana desa hanya menjadikan bentuk percontohan karakter kejiwaan warga menjadi termotivasi berpikiran kotor dan bisa saja menjadikan wujud untuk warga menyupah pemerintah.

Kuat dugaan  saudara AKSUL, yang dulu adalah selaku kades SAMBANDETE kecamatan oheo kabupaten konawe utara sulawesi tenggara pada periode 2016 2019, dari keterangan nya telah menerima kucuran dana desa SAMBANG DETE.

Sejumlah pengaduan masyarakat setempat terkait penggunaan anggaran dana ini membuat wartawan Cyber mengambil keputusan untuk menemui saudara mantan kades A/n. AKSUL untuk melakukan konfirmasi terkait tatacara penggunaan dana desa sejak tahun 2016-2019 dimana masa itu periode Saudara Ansul menjabat kades.

Temuan dilapangan menemukan beberapa proyek desa dari T/A.2016 Rp.657.000.000 pembangunan tidak ada cuman ada sebatas pemberdayan masyarakat yakni 1. Pengadaan Air bersih satu paket perpiaan panjang 1000 meter 2. Pengadaan sapi sebanyak 45 Ekor dengan satu paket RES panjang 1200 meter, sapi di salurkan satu Ekor per KK.

T/A.2017 dengan anggaran dana desa sebesar Rp.740.000.000 juga tidak ada fisik pembangunan 2. Pengadaan bibit merica satu paket dengan tiang dan jumlah bibit tersebut 3000 pohon 3. pembangunan pustu ukuran 8×9 meter 4. BUNDES sebesar
Rp.100.000.000. di anggarkan melalui dana desa di salurkan dengan cara simpan pinjam masih berjalan.

T/A.2018. Rp.769.000.000 1. pembangunan talut panjang 30 meter
Pengadaan tenda bersih 9. lokal dengan kursi plastik 250 biji ikut dengan terpal
2. pembangunan MCK ukuran 3×4
3. pengadaan KWH 27 yuni terima menyala semua menyala pungkasnya,
4. Pengadaan bibit sawit 127 pohon di bagikan per KK semua kebagian pungkasnya 5. pembukaan lahan sawit Rp.1500.000  semua kebagian

T/A. 2019.Rp.788.000.000
1. Sumur BOR 9.titik dusun 1 dan 2. lengkap perpipaan dengan mesin ALKOM merek SIMISU 2. Bantuan Rumah tidak layak huni 30. yunid semua selesai pungkasnya 3. Jambanisasi sebanyak 17  unit khusus dusun3, semua selesai di tehel pungkasnya sesuai hasil investigasi/konfirmasi terhadap saudara AKSUL selaku mantan kades SAMBAN DETE kecamatan oheo kabupaten konawe utara sulawesi tenggara memberikan Rincian keterangan yang telah di tandatangani saudara AKSUL pada hari sabtu tgl.08-02-2020,

Namun terkait adanya perkembangan data di lapangan sejumlah masyarakat beserta tokoh tokoh masyarakat tegas mengatakan semua keterangan yang di berikan itu yang sudah dia tanda tangani semua palsuh di nilai tidak ada yang benar sesuai fakta yang saya lihat  pengadaan bibit merica banyak yang tidak kebagian pengakuannya warga, dan pustu sekarang tidak di fungsikan juga kantor desa tidak ada, BUNDES mandet sekarang tidak berjalan pungkasnya warga, MCK tidak di fungsikan juga pengadaan bibit sawit kebanyakan tidak kebagian dan bantuan pembukaan lahan sawit sebesar
Rp.1500.000.tidak di salurkan pengadaan Sumur BOR 9.titik dusun 1. Dan 2. Lengkap pipa dan mesin ALKON merek simisu ternyata mesin tidak di salurkan.

Hal lainnya yang ditemui 5 orang di temui menyampaikan bahwa  mereka habis membeli mesin sendiri dengan harga Rp. 520.000 perorang di lengkapi alat bukti foto foto dokumentasi yang terlampir, begitu juga halnya Rumah tidak layak huni 30 unit, semua terbengkalai dan di RAB 31 unit pungkasnya.

Terus pengadaan jamnisasi 17 unit juga tidak sesuai RAB salah satu anggota BPD tegas mengatakan di RAB 30.unit sesuai hasil musdes kenapa cuman 17 unit, itupun semua terbengkalai hanya 2 unit yang selesai di tehel itulah yang di foto buat sampel mereka di jadikan laporan pertanggung jawaban ( lpj)

Inilah kelakuan dan perbuatan saudara AKSUL selaku mantan kades
SAMBAN DETE kecamatan oheo kabupaten konawe utara sulawesi tenggara saudara AKSUL di duga kuat melanggar
pasal 242 Ayat (1) menurut UU tentang memberikan keterangan palsu.

Ree:samsu/kama