*MAKAR TERHADAP REPUBLIK PROKLAMASI 1945 (1) Antara PKI Dan PAN…*

PKRI-CYBER, NUSATARA. DKI, Sudah hampir bisa dipastikan Semaoen tidak tahu Indonesia akan merdeka tahun 1945… Tapi Semaoen paling tidak sudah bisa mengira-ngira , bahwa Soekarno akan menjadi salahsatu pemimpin kemerdekaan. Semaoen pun tahu, bahwa Soekarno adalah seorang Nasionalis yang dekat dengan kalangan Santri… dan karena itu Semaun tidak suka.

Semaun juga orang pergerakan yang menginginkan Indonesia merdeka… Tapi, dengan mengibarkan Panji-panji Komunis semodel Soviet Sosialis Rusia. Semaun pun sudah dipercaya membangun sayap Komunis Internasional oleh Joseph Stalin.

Pada 1926, Semaoen bermaksud mendahului Soekarno dengan memproklamasikan Perang melawan Belanda. Perang Semaoen kalah… ditumpas oleh Pemerintah Hindia Belanda. Partai Komunis pun dilarang… Semaoen dipanggil Stalin ke Moskow.

Dalam perjalanannya ke Moskow dia mampir di Belanda mencari Hatta. Bagi Semaoen, Hatta lebih baik daripada Soekarno, dan bisa lebih dipercaya… Bertemu Hatta, Semaoen meminta Hatta melanjutkan perjuangan Revolusi Kemerdekaan untuk Indonesia.

Stalin marah besar terhadap Semaoen… Bukan karena kalah dalam pemberontakan terhadap Belanda, melainkan menyerahkan Gerakan Kemerdekaan kepada Hatta, yang samasekali bukan kader komunis… Semaoen dihukum, dibuang ke Siberia untuk bekerja paksa. Semaoen tidak pernah kembali… Kemungkinan mati di Siberia…

Partai Komunis Indonesia PKI yang didirikan Semaoen dilanjutkan oleh Muso… kader Komunis dari Beijing. Antara Soviet dan RRC memang ada perbedaan besar, sekalipun sama-sama Komunis. Palu-Arit Soviet adalah simbol industri… Sedang Palu-Arit Cina adalah simbol pertanian.

Sebagaimana sudah diprediksi Semaoen, akhirnya Indonesia benar merdeka di bawah pimpinan Soekarno dan Hatta… dengan UUD 1945 dan Pancasila sebagai Dasar Negara. Muso bersama Amir Syarifudin, orang Partai Sosialis Indonesia, mantan Menteri Pertahanan dalam kabinet Syahrir, ingin mengubahnya dengan Sistim Komunis pula. Keduanya mendeklarasikan berdirinya Negara Komunis Indonesia di Madiun pada September 1948… Juga dengan mengangkat senjata seperti Semaoen. Kali ini terhadap Soekarno-Hatta.

Tidak pernah terungkap berapa banyak jiwa melayang pada Pemberontakan PKI 1926 terhadap Belanda… Tapi pada 1948, PKI Amir-Muso berhasil membunuhi dengan amat sangat kejam ribuan rakyat tak berdosa yang setia kepada Republik Indonesia Soekarno-Hatta.

Tidak puas akibat kekalahannya ditumpas oleh Pasukan Siliwangi, PKI mengulang kembali pemberontakannya pada 1965. Kali ini gembong PKI Aidit bersama Kolonel Untung dan lain-lain dengan bantuan RRC berhasil membunuhi para Jenderal Angkatan Darat. Tetapi cita-cita mendirikan Negara Komunis gagal lagi. Makar PKI terhadap Republik Proklamasi 1945 dengan mengubah Bentuk Negara Pancasila berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, juga gagal. PKI pun dibubarkan!

Tetapi lebih 30 tahun kemudian, makar dengan mengubah Bentuk Negara Proklamasi 1945 diulang lagi oleh Amien Rais bersama-sama PAN dan partai-partai lain… dan kali ini berhasil. Tidak sama dengan PKI yang berusaha melakukan makar dengan membunuhi jiwa manusia dengan Pelor-pelor, Partai-partai Koalisi 1999 di bawah pimpinan Amien Rais ini melakukannya dengan nyaris senyap dari dentuman dan dor-doran timah-timah panas. Bahwa PKI membawa intervensi Asing, maka PAN dan Partai-partai Oligarki 1998/99 ini pun melakukan hal yang sama.

Sejak 1999 Bentuk Negara Republik Proklamasi 1945 sudah hampir seluruhnya hilang… Yang tinggal hanya kepalsuan, kebohongan, kezaliman, kemiskinan, pejajahan, juga pembunuhan-pembunuhan, ketidakadilan… dan beberapa gelintir Kekuatan Rakyat yang masih terus berjuang melawan para Pengkhianat dan Pengkhianatan ini… untuk kembali kepada Cita-cita Kemerdekaan 1945…

Jakarta 17/2/20
@SBP

Sri-Bintang Pamungkas