BUMDES No Respon, Warga “Kami Belum Merasakan Hasil Kemerdekaan”.

BUMDES No Respon, Warga “Kami Belum Merasakan Hasil Kemerdekaan”.

PKRI-CYBER, SUMUT. T KARO, Dipedalaman Kabupaten Karo, masih ada warga yang merasa belum bisa menikmati kemerdekaan di Republik ini,diantaranya warga Desa Suka Julu Kecamatan Tiga Binanga, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang mana akses jalan menuju desa mereka belum diaspal dengan layak, jalan berlobang, berlumpur dengan bebatuan yang kadang berserakkan disepanjang jalan,ini diungkapkan seorang warga Suka Julu, Limbong Sembiring, kepada kami pada Selasa 11 Februari 2020.

Mendapat info tersebut,kami awak media langsung meninjau kelapangan,benar saja sepanjang jalan menuju beberapa desa ini,kami dapati jalan berlobang,berlumpur dengan bebatuan berserak disepanjang jalan,hingga untuk menjalankan kendaraan harus ekstra hati – hati,karna mobil yang kami bawa jalannya merayap,kalau tidak bahaya akan menanti anda.

Awalnya kami distop oleh Limbong Sembiring dipersimpang jalan,dia mengatakan,kalian wartawan kan,…saya minta tolong kalian sorot dulu jalan menuju desa kami itu pak,buk,kami ini warga negara yang baik,yang taat bayar pajak ( sambil dia mengeluarkan STNK mobil tanda dia membayar pajak dengan tepat ) tapi mengapa kami seperti dianak tirikan dinegeri sendiri,kami belum merasakan kemerdekaan ditanah air kita ini,ujarnya sedih.

Dia menambahkan,untuk itu minta tolonglah sampaikan dengan Pak Bupati Karo dan Pak Presiden Jokowi agar bisa memperbaikin jalan ke desa kami,kami mau membawa hasil pertanian kami ke pekan biayanya sangat mahal,tidak sesuai lagi harga penjualan dengan ongkos yang harus kami keluarkan,bagaimana kami mau menyekolahkan anak – anak kami,kalau kehidupan kami begini pak,buk,…tambahnya lirih.
Menanggapi keluhan Limbong Sembiring inilah kami tergerak menuju Desa Suka Julu dan langsung menemui Kepala Desa setempat.

Setiba di Desa Suka Julu,hari sudah mulai gelap,kami langsung menemui Junianto Ginting selaku Kepala Desa, Ia mengungkapkan, jalan rusak parah tersebut sudah bertahun – tahun, sejak ia menjabat Kepala Desa selam tiga tahun belum ada perbaikan berarti, sudah tiga kali Musrembang diusulkan,bahkan kami bersama enam Kades lain juga telah melakukan Audensi ke Bupati Karo meminta jalan menuju desa kami diperhatikan dan diperbaiki,jawabannya selalu sama,akan segera kita perbaiki,tapi nyatanya sampai hari ini,belum ada perbaikan apa-apa dan tidak pernah direalisasikan,ungkapnya.
Junianto Ginting melanjutkan, yang melalui jalan ini bukan hanya desa kami,masih ada beberapa desa diantaranya : Desa Suka Julu,Desa Kutambaru,Desa Batumamak,Desa Kuta Mbelin,Desa Kuta Pengkih dan Desa Kuta Kendit, dari ke-enam desa ini masuk didalam empat Kecamatan,yakni : Kecamatan Tiga Binanga,Kecamatan Kutabuluh,Kecamatan Lau Baleng dan Kecamatan Mardinding.

Untuk itulah kami sangat berharap kepada Pemerintah Karo baik Eksekutif maupun Legeslatif untuk segera memperhatikan jalan kami ini,karna akses jalan ini sangat penting,selain untuk warga membawa hasil pertaniannya kepekan,yang lebih menyedihkan melihat anak – anak sekolah yang pergi dan pulangnya selalu terlambat,anak – anak kami sekolahnya ke Tiga Binanga,karna disini belum ada sekolah SMP/SMA,sedangkan dengan situasi jalan begini kendaraanpun tertentu yang mau membawa kami kepekan,karna mereka juga merasa lebih besar perbaikan mobil daripada penghasilannya…ujar Kades lagi.
Ketika ditanya,apakah telah disampaikan kepada anggota DPRD dari Dapil mereka ketika Reses misalnya, belum pernah ada Reses kesini,cuma sudah kami sampaikan berkali – kali untuk membantu menyuarakan keluhan warga kepemerintah,jawabannya sama klisenya dengan jawaban Bupati Karo, ” Akan Segera ditindak lanjuti ” tapi buktinya sama sekali tidak ada alias hanya janji – janji ketika kampanye saja,Kata Kades dengan nada kesal.
Sedangkan seorang warga ditempat yang sama juga ikut memohon, kami minta tolong sama Pak Bupati Karo,Pak Presiden Jokowi,supaya dapat diperbaiki jalan kedesa kami ini,kami mau menjual hasil panen kami susah,ongkos dengan harga jual sudah tidak sesuai lagi pak Bupati,katanya teriak – teriak.

Lia Hambali