Jalan Lingkar Selatan Pati Sepanjang 12,38 Km Resmi Dibuka Empat Jalur.

PKRI CYBER JATENG. PATI. Jalan Lingkar Selatan (JLS) Pati Kini resmi dibuka menjadi empat jalur. Jalan tersebut diresmikan langsung oleh Bupati Pati Haryanto bersama dengan Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII (BBPJN VII) Semarang Akhmad Cahyadi, Jum’at (20/12).

Adapun pengerjaan proyek itu, masuk dalam paket preservasi rehabilitasi jalan Trengguli-Kudus-Pati-Rembang- Bulu. Khusus untuk JLS ini panjangnya adalah 12,38 kilometer, sementara lebarnya 19-20 meter. Pembangunan itu, sejatinya sudah berjalan selama 13 tahun dengan proses yang bertahap.

Bupati Pati Haryanto menyebut, sejak tahun 2006 sudah diadakan proses pengadaan tanah. Sehingga pada tahun 2007 sudah mulai dibangun. Diharapkan, dengan adanya jalur tersebut dapat mengurangi kemacetan.

“Kami ucapkan terimakasih kepada Kementerian PU, karena yang menikmati (fasilitas jalan) bukan hanya masyarakat Pati saja. Karena selama ini muatan berat masih ada yang lewat kota. Nantinya akan kita tata lagi, sehingga faisilitas yang ada bisa dimanfaatkan,” jelasnya.

Bupati menyebut, Pemerintah Daerah (Pemda) dengan APBD sudah mengeluarkan sekitar Rp 17 miliar untuk pengadaan tanah. setelahnya jalan itu diserahkan oleh Negara. Sementara untuk proses pelaksanaan proyek tersebut, dimulai pada 2006 yang masih dijalankan oleh Pemkab Pati kemudian pada 2007, pemkab menyerahkan kepada Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

“Kami harap dengan adanya pembukaan JLS ini, para pengguna jalan, terutama yang lewat kota Pati, bisa lebih nyaman. Karena sudah tidak ada lagi kendaraan berat yang masuk kota,” tambahnya.

Sementara itu Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional VII ( BBPJN VII) Semarang Akhmad Cahyadi menyebut, jalan lingkar Pati prosesnya sangat panjang. Lantaran, jalan ini didesain sesuai standar sehingga nantinya kendaraan berat dapat lewat dengan nyaman dan aman.

“Tujuannya tentu untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Dengan adanya jalur ini diharapkan kendaraannya lebih terkurangi karena kendaraan berat akan lewat sini (JLS, Red). Selain itu Jalan lingkar mampu mengurangi jarak tempuh. Misal jika lewat kota sekitr 25 menit sampi timur. Sedangkan jika lewat lingkar hanya 10 menit,” jelasnya.

Dengan adanya jelan lingkar itu, lanjutnya, akan menjadi pengembangan wilayah. Karena dipastikan pada masa mendatang akan tumbuh pusat pertumbuhan baru. “Intinya fasilitas dengan biaya Rp 229 miliar dari Negara, dan tanah dari Pati mencapai Rp 17 miliar. Sehingga jalan dengan total mencapai sekitar Rp 250 miliar ini, harus digunakan sebaik mungkin,” tandasnya.